Pablo Software Solutions
Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana (P2MB)
UNIVERSITAS  PENDIDIKAN  INDONESIA
Copyright 2010 by WebAdmin    All Rights reserved    E-Mail: jp_geografi@upi.edu
Home
News
Contact us
Downloads
Concern
   Longsor
Apakah Longsor itu?
Longsor  adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran , bergerak ke bawah atau keluar lereng.   longsor merupakan perpindahan bebatuan dan material lainnya dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi di daerah terjal dan  tidak stabil.

Apakah Penyebab Longsor itu?
Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alami dan manusia:
1. Faktor alam
Kondisi alam yang menjadi faktor utama terjadinya longsor antara lain:
a. Kondisi geologi: batuan lapuk, kemiriringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung,
    struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi dan gunung api.


  b. Iklim: curah hujan yang tinggi.
  c. Keadaan topografi: lereng yang curam.
  d. Keadaan tata air: kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika.
  e. Tutupan lahan yang mengurangi tahan geser, misal tanah kritis.

2. Faktor manusia
    Ulah manusia yang kurang bersabat dengan alam dapat menyebabkan terjadinya longsor, antara lain:
      a. Pemotongan tebing pada penambangan batu dilereng yang terjal.
      b. Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
      c. Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
      d. Penggundulan hutan.
      e. Budidaya kolam ikan diatas lereng.
      f. Sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
      g. Pengembangan wilayah yang tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang
          akhirnya merugikan sendiri.
      h. Sistem drainase daerah lereng yang tidak baik.

Apa yang harus dilakukan untuk menekan dampak negatif longsor?
1. Tahap Pra-bencana

Langkah pertama dalam upaya meminimalkan kerugian akibat bencana tanah longsor adalah:
a. Identifikasi daerah rawan dan pemetaan. Dari evaluasi terhadap lokasi gerakan tanah yang telah terjadi selama ini ternyata
    lokasi-lokasi kejadian gerakan tanah merupakan daerah yang telah teridentifikasi sebagai daerah yang memiliki kerentanan
    menengah hingga tinggi.
b. Penyuluhan pencegahan dan penanggulangan bencana alam gerakan tanah dengan memberikan informasi mengenai
    bagaimana dan kenapa tanah longsor, gejala gerakan tanah dan upaya pencegahan serta penangulangannya.
c. Pemantauan daerah rawan longsor dan dilakukan secara terus menerus dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme
    gerakan tanah dan faktor penyebabnya serta mengamati gejala kemungkinan akan terjadinya longsoran.
d. Pengembangan dan penyempurnaan manajemen mitigasi gerakan tanah baik dalam skala nasional, regional maupun lokal
    secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menggalang kebersamaan segenap
    lapisan masyarakat.
e. Perencanaan pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana.
f. Pola pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman pertanian, perkebunan yang sesuai dengan azas pelestarian lingkungan
    dan kestabilan lereng.
g. Hindari bermukim atau mendirikan bangunan di tepi lembah sungai terjal.
h. Hindari melakukan penggalian pada daerah bawah lereng terjal yang akan mengganggu kestabilan lereng sehingga
     mudah longsor.
i. Hindari membuat pencetakan sawah baru atau kolam pada lereng yang terjal karena air yang digunakan akan
   mempengaruhi sifat fisik dan keteknikan yaitu tanah menjadi lembek dan gembur sehingga kehilangan kuat gesernya yang
   mengakibatkan tanah mudah bergerak.
j. Penyebarluasan informasi bencana gerakan tanah melalui berbagai media dan cara sehingga masyarakat, baik secara
   formal maupun non formal.

2. Tahap bencana terjadi
Hal penting yang harus dilakukan ketika suatu daerah terkena bencan tanah longsor adalah:
a. Menyelamatkan warga yang tertimpa musibah
b. Pembentukan pusat pengendalian (Crisis Center).
c. Evakuasi korban ke tempat yang lebih aman.
d. Pendirian dapur umum, pos-pos kesehatan dan penyediaan air bersih.
e. Pendistribusian air bersih, jalur logistik, tikar dan selimut.
f. Pencegahan berjangkitnya wabah penyakit.
g. Evaluasi, konsultasi dan penyuluhan.

3. Tahap Pasca-bencana
Berlalunya bencana tanah longsor bukan berarti permasalahan sudah selesai, masih ada beberapa tahapan yang perlu kita lakukan:
a. Penyusunan dan penyempurnaan peraturan tata ruang dalam upaya mempertahankan fungsi daerah resapan air.
b. Mengupayakan semaksimal mungkin pengembalian fungsi kawasan hutan lindung.
c. Mengevaluasi dan memperketat studi AMDAL pada kawasan vital yang berpotensi menyebabkan bencana.
d. Mengevaluasi kebijakan Instansi/Dinas yang berpengaruh terhadap terganggunya ekosistem.
e. Penyediaan lahan relokasi penduduk yang bermukim di daerah bencana, sabuk hijau dan di sepanjang bantaran sungai.
f. Normalisasi areal penyebab bencana, antara lain seperti normalisasi aliran sungai dan bantaran sungai dengan membuat semacam polder dan sudetan.
g. Rehabilitasi sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat yang terkena bencana secara permanen (seperti: perbaikan sekolah, pasar, tempat ibadah, jalan, jembatan, tanggul dll).
h. Menyelenggarakan forum kerjasama antar daerah dalam penanggulangan bencana.

Concern >>> Landslide