Pablo Software Solutions
Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana (P2MB)
UNIVERSITAS  PENDIDIKAN  INDONESIA
Copyright 2010 by WebAdmin    All Rights reserved    E-Mail: jp_geografi@upi.edu
Home
News
Contact us
Downloads
Concern
   Tsunami
Apakah Tsunami itu?
Tsunami berasal dari bahasa Jepang
tsu= pelabuhan, dan nami = gelombang;  secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan". Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor  di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang  tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih. Syarat terjadinya tsunami :
    1. Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
    2. Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
    3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Simulasi Tsunami Aceh Tahun 2004
Ilustrasi Proses Terjadinya Tsunami
Apa yang harus dilakukan jika tsunami datang?
     1. Jangan panik
     2. Jangan menjadikan gelombang tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di
          kawasan yang berbahaya
     3. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi
     4. Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang di sekitar turut serta. Tetaplah di tempat
         yang aman sampai air laut benar-benar surut. Jika Anda sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari
         sekuat-kuatnya ke tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukit yang terdekat.
    5. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan
    6. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja,
        gunakan tangga darurat untuk sampai ke lantai yang paling atas.
    7. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan anda bebas dan tidak membawa apa-apa


Apa yang harus dilakukan sesudah terjadi tsunami?
   1. Ketika kembali ke rumah, jangan lupa memeriksa anggota keluarga,
       tetangga, dan teman.
   2. Jangan memasuki rumah jika dalam keadaan rusak dan membahayakan,
       kecuali setelah dinyatakan aman.
   3. Jauhi kabel dan instalasi listrik.
   4. Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi. Jalinlah
       komunikasi dan kerja sama degan warga sekitar.
   5. Gotong royong dan saling menolong dengan warga sekitar dalam
       melakukan recovery terhadap bencana.
   6. Bersiaplah untuk kembali ke kehidupan yang normal.


                                                                                                   (wikipedia)
Concern >>> Tsunami